Maros, 16 Juni 2025 — Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Cabang PMII Maros menyelenggarakan kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG) dengan tema “Optimalisasi Kesadaran Sosial Tanpa Bias Gender.” Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Gedung PCNU Kabupaten Maros, dan diikuti oleh sekitar 20 kader perempuan dari berbagai cabang PMII se-Sulawesi Selatan.
Melalui SIG, para peserta dibekali pemahaman kritis terkait isu kesetaraan gender dalam perspektif Islam. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar gender, fiqih perempuan, hukum Islam di Indonesia, hingga strategi advokasi sosial berbasis nilai-nilai keadilan.
Ketua KOPRI PC PMII Maros, Nur Adilah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa SIG merupakan bagian dari proses kaderisasi dan konsolidasi ideologis untuk mencetak kader perempuan yang peka terhadap isu-isu sosial dan berani mengambil peran perubahan.
“SIG adalah ruang konsolidasi ideologis dan kaderisasi yang menciptakan kader perempuan yang berpikir kritis dan berani bertindak,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Ketua IKA PMII Maros, Sekretaris Umum KOPRI PKC Sulsel, Ketua III PKC PMII Sulawesi Selatan, Ketua PMII Cabang Maros, serta para pengurus Komisariat STAI DDI Maros dan Universitas Muslim Maros. Mereka memberikan apresiasi dan dukungan moral atas inisiatif progresif KOPRI Maros dalam mengembangkan kapasitas kader perempuan.
Salah satu peserta, Rara Aulia, mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh banyak wawasan baru selama mengikuti SIG.
“Saya mulai memahami bahwa kesetaraan gender bukan hanya soal perempuan, tapi menyangkut struktur sosial yang tidak adil dan harus kita ubah bersama,” ungkapnya.
Ke depan, KOPRI PMII Maros berencana melanjutkan gerakan ini melalui diskusi komunitas, mentoring kader perempuan, serta kampanye kesadaran gender yang berbasis pada realitas masyarakat.
Kegiatan Sekolah Islam Gender ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi sarana membangun jejaring solidaritas antar kader perempuan lintas daerah. Interaksi yang terjalin selama kegiatan memperkuat semangat kolektif untuk terus menyuarakan keadilan gender dalam ruang-ruang organisasi, kampus, dan masyarakat.
KOPRI PMII Maros berharap bahwa kegiatan semacam ini dapat menjadi tradisi kaderisasi berkelanjutan yang melahirkan kader-kader perempuan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberanian dalam menghadirkan perubahan di berbagai sektor kehidupan. Dengan bekal ideologis dan pemahaman keislaman yang inklusif, kader perempuan diharapkan menjadi motor penggerak keadilan gender di tengah masyarakat yang masih penuh tantangan.
